Cara Investasi yang Tepat Sesuai Usia: Anda Sudah di Tahap Mana?
Setiap tahap usia punya prioritas keuangan dan strategi investasi yang berbeda. Karena itu, investasi yang tepat di usia 20-an belum tentu cocok untuk usia 40-an, dan sebaliknya.Lalu, seperti apa cara investasi yang ideal sesuai usiamu sekarang?
Penting bangetmemang memahami setiap tahapan usia dalam lehidupan guna menentukan strategi investasi yang akan dilakukan serta memilih instrumen yang paling tepat. Hal ini karena ada banyak instrumen investasi yang bisa digunakan mulai dari investasi obligasi, saham, emas, reksadana dan lain sebagainya. Oleh sebab itu pahami setiap tahapannya melalui penjelasan di bawah ini!
Cara Berinvestasi Sesuai Umur, Anda di Tahapan Mana?
Usia ternyata menjadi salah satu faktor yang penting dalam menentukan instrumen investasi yang akan dipilih. Hal ini karena usia berhubungan langsung dengan jumlah modal yang dimiliki, semakin matang usia maka modal pun akan semakin besar, sehingga profil risiko juga semakin tinggi. Jadi saat ini anda sedang berada di fase mana?
1. Fase Pertama (17-25 tahun)
Pada fase ini adalah usia yang masih suka berpetualang karena baru saja melewati masa peralihan dari dunia sekolah atau kuliah ke dunia kerja. Anda baru saja mulai bekerja dan memiliki uang sendiri sehingga pengeluaran terbanyak adalah untuk healing atau self reward daripada menabung atau bahkan investasi.
Kebanyakan yang masih berada pada fase ini masih agresif dan kurang mempertimbangkan masa depan dalam mengatur keuangan. Usia 17-25 tahun anda mungkin memiliki banyak waktu luang untuk berinvestasi, namun modal yang terkumpul masih terbilang kecil. Instrumen investasi yang tepat untuk fase pertama adalah investasi obligasi yang cenderung aman dan terjamin.
2. Fase Produktif ( 17-35 tahun)
Fase ini dikenal dengan usia yang sangat produktif karena penghasilan sudah semakin tinggi. Sebaiknya semakin produktif maka harus diimbangi dengan investasi yang semakin meningkat pula. Dana yang bisa dijadikan modal juga sudah semakin terkumpul, sehingga anda lebih bebas memilih instrumen investasi yang akan digunakan.
Ada baiknya anda harus melakukan diversifikasi portofolio dengan berbagai instrumen investasi. Diversifikasi ini dilakukan untuk meminimalisir kerugian dalam investasi, anda bisa memilih instrumen yang memiliki resiko lebih rendah seperti emas, SBN, Obligasi untuk melindungi asetmu.
3. Fase Berumur Tua (65 Tahun ke atas)
Untuk usia senior atau tua sekitar 65 tahun ke atas merupakan saatnua purna tugas atau pensiun dari pekerjaan. Tujuan investasi di fase ini bukan lagi untuk mengumpulkan kekayaan melainkan untuk bertahan hidup ketika badan tak lagi mampu bekerja produktif lagi. Pada fase ini anda harus memilih instrumen investasi yang memiliki resiko rendah tetapi tetap memberikan pendapatan rutin.
Instrumen yang tepat seperti reksadana, deposito, obligasi dan emas. Semua instrumen itu mampu memberikan penghasilan sekitar 4-7% per tahun yang bisa anda manfaatkan sebagai sumber penghasilan rutin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus merepotkan keluarga.
4 Tahapan Menyusun Rencana Investasi Sesuai Usia
Setelah memahami setiap fase usia dalam berinvestasi di atas, anda juga harus paham tentang tahapan yang benar dalam menyusun rencana investasi yang sesuai dengan usiamu. Berikut ini 4 tahapan yang harus dilalui:
1. Kenali Profil Risiko dan Tujuan Investasi
Memahami profil risiko setiap instrumen investasi adalah hal yang wajib dilakukan agar anda bisa mengelola resikonya. Anda juga harus menyesuaikan tujuan dan usia dengan resiko instrumen yang akan dipilih. Misalnya jika masih muda maka anda masih bisa memilih instrumen investasi yang memiliki resiko tinggi misalnya saham.
2. Pilih Instrumen Investasi Sesuai Usia
Semakin muda seseorang maka semakin panjang pula waktu yang tersisa untuk mengelola asetnya. Maka memilih instrumen dengan resiko sedang sampai tinggi mungkin tidak menjadi masalah. Dalam memilih instrumen investasi memang sudah sepatutnya mempertimbangkan usia.
3. Buat Alokasi yang Seimbang
Buat komposisi yang seimbang dengan alokasi dana yang dibagi-bagi ke dalam beberapa instrumen investasi agar portofolio investasi bagus. Diversifikasi dalam berinvestasi penting dilakukan untuk menghindari resiko yang lebih besar.
4. Lakukan Evaluasi Berkala
Investasi merupakan proses yang dinamis dan bergerak terus, sehingga butuh dipantau dan dievaluasi. Anda harus melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada aset yang anda kelola, lalu buat pertimbangan apakah perlu mengubah strategi investasi atau tidak.
Usia Boleh Beda, Tapi Jangan Tunda Investasi
Tidak ada kata terlambat untuk memulai investasi asal disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anda saat ini. Mulailah dari instrumen yang aman dan mudah dipahami seperti obligasi, lalu kembangkan seiring waktu dan pengalaman.
Yuk, mulai investasi obligasi sekarang lewat Aplikasi DBS digibank. Mudah, aman, dan bisa disesuaikan dengan usia serta tujuan keuangan-mu! Melalui aplikasi ini anda bisa investasi secara online dimana pun dan kapan pun. Tangkap momentum 24/7 bersama Aplikasi DBS digibank.
Bagi yang masih berada di fase pertama, Anda dapat meraih keuntungan dari menjadi nasabah DBS digibank seperti panduan finansial dari advisor, notifikasi realtime, hingga kelas edukasi yang sangat bermanfaat. Anda juga bisa mengikuti diskusi tren terkini untuk mengetahui insight seputar bisnis dan investasi.
Jadi, jangan menunda lagi untuk investasi apalagi dengan modal kecil hanya mulai 1 juta untuk mendapatkan pendapatan tetap setiap bulannya. Cek keterangan lengkapnya tentang instrumen investasi obligasi dan lainnya di sini.
